Artikel

Penyakit Tiroid, Gejala, Penyebab dan Pencegahannya

tiroid

Tiroid merupakan kelenjar endokrin murni terbesar dalam tubuh manusia yang terletak di leher bagian depan, terdiri atas dua bagian (lobus kanan danlobuskiri). Panjang kedua lobus masing-masing 5 cm dan menyatu di garis tengah, berbentuk seperti kupu-kupu.

Pengertian Penyakit / Gangguan Tiroid

Penyakit atau gangguan tiroid adalah suatu kondisi kelainan pada seseorang akibat adanya gangguan kelenjar tiroid, baik berupa perubahan bentuk kelenjar maupun perubahan fungsi (berlebihan, berkurang atau normal).

Hipotiroidisme : adalah kondisi terlalu sedikitnya hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dan memiliki gejala-gejala umum seperti sembelit, kulit kering, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas, serta lebih sensitif terhadap hawa dingin.

Hipertiroidisme : Jika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, berkeringat, gugup, serta cemas.

Penyakit gondok: adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher. Selain benjolan yang menjadi gejala utamanya, penderita penyakit ini juga bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormontiroid yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Pembentukan hormontiroid dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik yang melibatkan hormon Thyroid Stimulating Hormon(TSH).  Bila produksi hormon tiroid meningkat maka produksi TSH menurundan sebaliknya jika produksi hormon tiroid tidak mencukupi kebutuhan maka produksi TSH meningkat.

Hormon tiroid mempunyai peran yang sangat penting dalam berbagai proses metabolisme (metabolisme protein, karbohidrat, lemak) dan aktivitas fisiologik pada hampir semua sistem organ tubuh manusia, kekurangan maupun kelebihan hormon tiroid akan mengganggu berbagai proses metabolisme dan aktfivitas fisiologi serta mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berbagaijaringan termasuk sistem saraf dan otak.

Jenis Penyakit/ Gangguan Tiroid

Menurut kelainan bentuknya, gangguan tiroid dapat dibedakan dalam 2 bentuk :

  • Difus; Pembesaran kelenjar yang merata, bagian kanan dan kiri kelenjar sama-sama membesar dan disebut struma difusa (tiroid difus).
  • Nodul; Terdapat benjolan seperti bola, bisa tunggal (mononodosa) atau banyak (multinodosa), bisa padat atau berisi cairan (kista) dan bisa berupa tumor jinak/ganas.

Menurut kelainan fungsinya, gangguan tiroid dibedakan dalam 3 jenis :

  • Hipotiroid; Kumpulan manifestasi klinis akibat berkurang atau berhentinya produksi hormon tiroid.
  • Hipertiroid; Disebut juga tirotoksikosis, merupakan kumpulan manifestasi klinis akibat kelebihan hormon tiroid.
  • Eutiroid; Keadaan tiroid yang berbentuk tidak normal tapi fungsinya normal.

Tanda dan Gejala Penyakit/ Gangguan Tiroid

1). Tanda dan Gejala Hipotiroid
Kekurangan hormon tiroid mengakibatkan perlambatan proses metabolik di dalam tubuh manusia. Gejala dan tanda hipotiroid sebagai berikut. Gejala dan Tanda Hipotiroid, (Semiardji 2008; Sumber: Pedoman Pengendalian Penyakit Tiroid, Ditjen PP dan PL, 2010) :

  • Otak; Lemah,lelah, mengantuk, depresi, kemampuan berbicara menurun, intelektual menurun, gangguan ingatan, proses psikis pelan.
  • Mata; Sakit kepala, gangguan penglihatan, edema periorbital.
  • Telinga, hidung dan tenggorokan; Suara serak.
  • Kelenjar tiroid; Pembesarantiroid/goiter noduler atau difusa.
  • Jantung & Pembuluh Darah; Tekanan nadi berkurang (bradikardi), hipertensi diastolik, kardiak output berkurang.
  • Saluran cerna; Sulit buang air besar (konstipasi), berat badan naik/gemuk.
  • Ginjal; Fungsi ginjal menurun,retensi cairan.
  • Sistem reproduksi; Infertilitas, gangguan menstruasi.
  • Otot dan saraf; Kaku sendi, kesemutan,nyeri sendi, gerakan otot lemah (hipofleksia), edema non pitting (miksedema), ataxia, kramp otot.
  • Kulit; Tidak tahan dingin, produksi keringat berkurang.

Pada janin atau bayi, kekurangan hormontiroid dapat menimbulkan cacat fisik, cacat mental, kelainan saraf dan munculnya kretin. Kretin adalah kondisi retardasi mental disertai dengan bisu,tuli, cara berdiri dan berjalan yang khas, hipotiroid, dan pertumbuhan yang terhambat(shortstatue).

Gangguan Akibat Kurang lodium (GAKI)

lodium merupakan mikronutrien yang sangat dibutuhkan tubuh dalam sintesis hormontiroid yang mempunyai peran sangat vital dalam pertumbuhan otak, sistem syaraf, dan fungsi fisiologis organ-organ tubuh. Defisiensi (kekurangan) iodium menyebabkan produksi hormon tiroid berkurang sehingga mengakibatkan kelainan yang disebut Gangguan Akibat Kurang lodium (GAKI).  Kelompok yang paling rentan terkena GAKI adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang jika hamil maka akan berdampak pada janinnya,ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Hipotiroid Kongenital

Hipotiroid kongenital adalah kelainan pada anak akibat kekurangan hormon tiroid yang terjadi sejak di dalam kandungan. Masa pembentukan jaringan otak dan periode pertumbuhan pesat susunan saraf pusat terjadi pada masa kehamilan dan tiga tahun pertama kehidupan anak. Bila seorang bayi dengan hipotiroid kongenital tidak diketahui dan tidak diobati sejak dini, pertumbuhannya akan terhambat dan mengalam iretardasi mental.

Hipotiroid kongenital dapat terjadi permanen seumur hidup atau hanya sementara (transien).  Jika hanya sementara pun, karena terjadi pada masa perkembangan pesat otak dapat berdampak besar pada perkembangan anak.

2). Tanda dan Gejala Hipertiroid
Kelebihan hormontiroid menyebabkan proses metabolik dalam tubuh berlangsung lebih cepat. Keluhan  utama biasanya berupa  salah satu dari meningkatnya  nervositas, berdebar-debar  atau  kelelahan. Gejala-gejala hipertiroidi ini dapat berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa tahun sebelum   penderita berobat ke dokter, bahkan sering seorang  penderita  tidak menyadari penyakitnya.

Gejala dan tanda hipertiroid adalah sebagaiberikut. Gejala dan Tanda Hipertiroid (Semiardji, 2008; Sumber: Pedoman Pengendalian PenyakitTiroid, Ditjen PP dan PL, 2010) :

  • Susunan saraf; Labil/emosional, menangis tanpa alasan yangjelas (iritabel), psikosis, tremor, nervositas, sulit tidur, sulit konsentrasi.
  • Mata; Pandangan ganda, melotot.
  • Kelenjar tiroid;  Pembesaran tiroid.
  • Jantung dan paru; Sesak nafas (dispnoe), hipertensi, aritmia, berdebar-debar, gagal jantung, tekanan nadi meningkat (takikardi)/
  • Saluran cerna; Sering buang air besar, lapar, banyak makan, haus, muntah, berat badan turun cepat, toleransi obat.
  • Sistem reproduksi; Tingkat kesuburan menurun, menstruasi berkurang, tidak haid,libido menurun.
  • Darah - limfatik;  Limfositosis, anemi, pembesaran limpa, pembesaran kelenjar limfe leher.
  • Tulang; Osteoporosis, epifisis cepat menutup, nyeri tulang.
  • Otot; Lemah badan (thyrotoxic periodic paralysis), refleks meningkat, hiperkenesis, capai, tangan gemetar.
  • Kulit; Berkeringat tidak wajar (berlebihan) di beberapa tempat

Diagnosis Gangguan Tiroid

Diagnosis gangguan tiroid selain berdasarkan tanda dan gejala, juga memerlukan pemeriksaan laboratorium yaitu minimal diketahui kadar TSH, hormonTriiodotironin (T3), dan Tiroksin (T4).  

diagnosa-tiroid

Penyebab

Faktor Risiko Penyakit/ GangguanTiroid; Faktor-faktor yang dapat mencetuskan penyakit gangguan tiroid adalah :

  • Umur; Usia diatas 60 tahun maka semakin berisiko terjadinya hipotiroid atau hipertiroid.
  • Jenis Kelamin; Perempuan lebih berisiko terjadi gangguan tiroid.
  • Genetik; Di antara banyak faktor penyebab auto-imunitas terhadap kelenjar tiroid, genetik dianggap merupakan faktor pencetus utama.
  • Merokok; Merokok dapat menyebabkan kekurangan oksigen di otak dan nikotin dalam rokok dapat memacu peningkatan reaksi inflamasi.
  • Stress; Stress juga berkolerasi dengan antibodi terhadap antibodi TSH-reseptor.
  • Riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan autoimun; Riwayat penyakit keluarga yang ada hubungan dengan kelainan autoimun merupakanfaktor risiko hipotiroidisme tiroiditis autoimun.
  • Zat kontras yang mengandung iodium; Hipertiroidisme terjadi setelah mengalami pencitraan menggunakan zat kontras yang mengandung lodium.
  • Obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit tiroid; Amiodaron,lithium karbonat, aminoglutethimide, interferon alfa, thalidomide, betaroxine, stavudine.
  • Lingkungan; Kadar iodium dalam air kurang.

Pencegahan

Tatalaksana kasus gangguan tiroid dapat dilakukan melalui pengaturan makanan (diet), pengobatan, serta Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Sedangkan pengendalian penyakit tiroid di masyarakat dilaksanakan melalui pencegahan dan penanggulangan penyakit tiroid, penemuan dan tatalaksana kasus secara tepat, surveilans epidemiologi, dan KIE faktor risiko penyakit tiroid.

Untuk hipotiroid kongenintal, diagnosis dan pengobatan dini pada sejak masa neonatal merupakan kunci keberhasilan penanganannya. Telah dibuktikan bahwa deteksi dini melalui skrining (uji saring) sangat efektif dalam mencegah gangguan tumbuh kembang yang disebabkan hipotiroid kongenital.

Menurut P2PTM; Kemetreian Kesehatan RI; untuk mencegah penyakit tiroid maka hindari makanan sbb :

  1. Aspartam: Pemanis buatan aspartame telah dikaitkan dengan penyakit Graves, dan banyak gangguan autoimun lainnya. Zat kimia dalam aspartam dapat menyebabkan reaksi imun dalam tubuh, sehingga terjadi produksi antibodi tiroid dan peradangan tiroid.
  2. Kedelai: Kedelai mengandung isoflavongoitrogen, adalah senyawa yang mengganggu kemampuan kelenjar tiroid bekerja optimal untuk menyerap yodium.
  3. Gluten: Gluten juga merupakan goitroge. Selain itu, ini juga dapat memicu respons autoimun dalam tubuh jika Anda sensitif. Makanan dengan gluten meliputi gandum, barley, rye, dan sebagian besar makanan olahan lain.

Diet untuk penderita gangguan Tiroid

Ikuti diet tiroid di bawah ini untuk menghindari atau mencegah masalah tiroid (Sumber : Indus Healthplus)

  • Jenis makanan yang harus diambil: Yogurt, rumput laut, kacang-kacangan, susu, ayam, ikan, telur, beri, kembang kol, dan kangkung.
  • Jenis makanan yang Harus dikurangi: Produk kedelai dan kedelai.
  • Jenis makanan yang Harus dihindari: Gluten, makanan olahan, dan makanan cepat saji.

Gangguan tiroid mudah ditangani. Dengan sedikit bantuan dari pengobatan dan beberapa perubahan gaya hidup yang mudah, Anda dapat dengan mudah menjalani kehidupan normal. Aktivitas fisik secara teratur sangat penting untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Pastikan untuk menjalani pola makan yang sehat dan tidak melewatkan obat apa pun. Selain itu, pemeriksaan kesehatan preventif secara teratur dapat membantu mengawasi tingkat gizi dan status kesehatan tubuh kita.

 

Referensi :

  1. Infofatin; Situasi dan Analisis Penyakit Tiroid; 2015, Kemenkes RI
  2. Thyroid Disorder: Symptoms, Causes & Prevention; https://www. indushealthplus.com/thyroid-symptoms-causes-types-prevention.html

Baca Juga :

  1. Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan
  2. Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit