Pentingnya Cuci Tangan di lingkungan Rumah Sakit

Kebersihan Tangan di lingkungan Rumah Sakit merupakan salah satu dari sejumlah 11 (sebelas) bentuk Kewaspadaan Standar yang telah dirancang oleh CDC - HICPAC (Center for Disease Control and Prevention - Healthcare Infection Control Practice Advisory Commitess), untuk diterapkan secara rutin dalammelaksanakan perawatan seluruh pasien di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya, baik yang telah diiagnosis, diduga terinfeksi ataupun kolonisasi.

Kemudian WHO menetapkan Panduan Higienis (Kebersihan) Tangan pada Fasilitas Kesehatan pada tahun 2009. Pedoman WHO tentang kebersihan tangan dalam perawatan kesehatan tersebut mendorong petugas kesehatan (petugas kesehatan), administrator rumah sakit dan otoritas kesehatan memilki bukti komprehensif kebersihan tangan dan rekomendasi khusus untuk meningkatkan praktik dan mengurangi transmisi mikroorganisme patogen kepada pasien dan Petugas kesehatan.

Kebersihan tangan dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir bila tangan jelas kotor atau terkena cairan tubuh, atau menggunakan alkohol (alcohol-based handrubs)bila tangan tidak tampak kotor. Kuku petugas harus selalu bersih dan terpotong pendek, tanpa kuku palsu, tanpa memakai perhiasan cincin.

Cuci tangan dengan sabun biasa/antimikroba dan bilas dengan air mengalir, dilakukan pada saat:
a) Bila tangan tampak kotor, terkena kontak cairan tubuh pasien yaitu darah, cairan tubuh sekresi, ekskresi, kulit yang tidak utuh,    ganti verband, walaupun telah memakai sarung tangan.
b) Bila tangan beralih dari area tubuh yang terkontaminasi ke area lainnya yang bersih, walaupun pada pasien yang sama.

Dan Indikasi kebersihan tangan :
- Sebelum kontak pasien;
- Sebelum tindakan aseptik;
- Setelah kontak darah dan cairan tubuh;
- Setelah kontak pasien;
- Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

Kriteria memilih antiseptikuntuk kebersihan tangan :

  • Memiliki efek yang luas, menghambat atau merusak mikroorganisme secara luas (gram positif dan gram negative,virus lipofilik, bacillus dan tuberkulosis,fungiserta endospore)
  • Efektifitas
  • Kecepatan efektifitas awal
  • Efek residu, aksi yang lama setelah pemakaian untuk meredam pertumbuhan
  • Tidak menyebabkan iritasi kulit
  • Tidak menyebabkan alergi

 

 

 

Hasil yang ingin dicapai dalam kebersihan tangan adalah mencegah agar tidak terjadi infeksi, kolonisasi pada pasien dan mencegah kontaminasi dari pasien ke lingkungan termasuk lingkungan kerja petugas, dan lingkungan rumah sakit; sehingga pasien mendapat jaminan tidak terinfeksi penyakit.

 

Referensi :
Permenkes RI No 27 Tahun 2017


Baca Juga :