
Cuaca ekstrim yang melanda dunia akhir akhir ini, mengharuskan kita waspada terhadap datangnya penyakit penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, penyakit infeksi baru dan penyakit yang ditransmisikan media air dan pangan.
Penyakit yang ditularkan nyamuk antara lain demam berdarah, chikungunya, filariasis, malaria, radang otak dan japanase enchepalitis. Peningkatan suhu ternyata mempengaruhi bionomic atau perilaku menggigit dari populasi nyamuk, kegiatan reproduksi nyamuk berubah yang ditandai dengan perkembangbiakan nyamuk yang makin cepat dan masa kematangan parasit dalam nyamuk makin pendek. IPCC ( Intergovermental Panel on Climate Chage ) menyebutkan di Indonesia, insiden Demam berdarah dapat meningkat tiga kali lipat pada tahun 2070. Chikunginya, penyakit yang semula hanya di Afrika sekarang sudah ada di Indonesia.
Iklim yang ekstrim juga ternyata memicu munculnya penyakit lama maupun baru seperti SARS, avian influenza, ebola, west nile virus, hantaan virus, japanase enchepalitis dan lain lain.
Kemenkes bahkan pernah merilis ancaman penyakit Demam Berdarah ini sebagai ancaman laten bagi dunia kesehatan di Indonesia. Selain obatnya yang belum diketahui, vaksinnya pun sampai sekarang belum ditemukan.
Oleh karena itu, pencegahan merupakan jalan terbaik untuk menghambat berjangkitnya penyakit Demam Berdarah. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan cara untuk mencegah panyakit Demam Berdarah.
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
3M Plus adalah tindakan yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk Demam Berdarah dengan cara :
1. Menguras
Menguras tempat-tempat penampungan air seperti : bak mandi / WC, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali.
2. Menutup
Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum dan lain-lain
3. Mengubur
Mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar / di luar rumah yang dapat menmpung air hujan
Plus tindakan memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk :
Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS)
Ada  sebelas indikator perilaku yang digunakan dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain tidak merokok, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, balita ditimbang, sarapan pagi, makan buah dan sayur, cuci tangan, gosok gigi, rajin olahraga.
Dari aspek lingkungan PHBS harus memenuhi tujuh indikator seperti tersedianya jamban, air bersih, bebas jentik, pemilahan sampah, sistem pembuangan air limbah (SPAL), ventilasi, lantai dan kepadatan rumah.
Tujuh indikator PHBS dipastikan dapat berpengaruh pada menurunnya tingkat populasi nyamuk, karena jika kita menerapkan PHBS dengan baik, maka akan menguatkan anti body sehingga bisa menangkal virus demam berdarah dalam tubuh.
Namun jangan lupa pula lakukan tindakan cegah gigitan nyamuk dengan obat nyamuk, kawat kasa pada jendela atau ventilasi, obat anti nyamuk oles atau semprot, atau tidur menggunakan kelambu dapat menjadi alternatif yang cukup efektif dan lakukan fogging secara berkala.
Kasus Demam Berdarah di RSKM
Pola penyakit Demam Berdarah  yang di rawat di RSKM ternyata mengalami perubahan kalau tidak dikatakan adanya perpanjangan masa kejadian. Jika pada tahun tahun sebelumnya ledakan penyakit terjadi pada periode Maret-April, tahun ini ternyata pola nya berpindah atau memanjang sampai bulan September.
Dari data Medical Record, RSKM kasus penyakit Demam Berdarah di RSKM sebagai berikut:


Berdasarkan lokasi tempat tinggal, karyawan/keluarga PT KS yang dirawat karena Demam Berdarah tersebar antara lain PCI 32 orang, BBS 16 orang, Kramat 14 orang, Serdang 18 orang, Komplek KS 9 orang, Taman Cilegon 8 orang, Sumampir 6 orang dan sisanya tersebar di wilayah Cilegon-Serang.( referensi : Kemenkes, IPCC, kapita Selekta Kedokteran & Medical Record RSKM )